Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Provinsi DKI Jakarta Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) di Jakarta Barat, Persiapkan Kader Kawal Pemilu 2029

Bawaslu Provinsi DKI Jakarta Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) di Jakarta Barat, Persiapkan Kader Kawal Pemilu 2029

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi DKI Jakarta kembali melanjutkan rangkaian program prioritas nasional dengan menggelar kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P). Kegiatan yang mengusung tema “Berfungsi dan Bergerak Untuk Pemilu 2029 Yang Bermartabat” ini dilaksanakan secara luring di Kantor Bawaslu Kota Jakarta Barat pada Kamis (18/6/2026).  

​Jakarta Barat menjadi titik keempat dari seluruh rangkaian kegiatan P2P yang dijadwalkan berlangsung di 6 Kabupaten/Kota se-Provinsi DKI Jakarta. Program strategis ini juga diselenggarakan secara serentak di 514 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.  Sistem pembelajaran P2P ini dirancang dalam dua metode, yakni satu hari pembelajaran daring melalui pemutaran video materi, dan satu hari pendalaman materi secara luring (offline).  

​Mengingat tahapan pemilu akan segera dimulai pada tahun depan, Anggota Bawaslu Kota Jakarta Barat, Anta Ovia Bancin, mengimbau agar seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan ini dengan serius sebagai bekal kesiapan.  

​Hal senada juga ditekankan oleh Anggota Bawaslu Provinsi DKI Jakarta, Reki Putra Jaya. Ia mengingatkan bahwa pemilu sejatinya sudah dimulai sejak 20 bulan sebelum hari pencoblosan. Mengingat besarnya beban kerja pengawas pemilu di lapangan—seperti petugas PTPS yang harus mengawasi 7 KPPS—Bawaslu membutuhkan peran aktif masyarakat.  
​"Strategi pengawasan ke depan harus melibatkan masyarakat untuk mau berpartisipasi ikut terlibat melakukan pengawasan," tegas Reki.  

​Sementara itu, Anggota Bawaslu Provinsi DKI Jakarta, Burhanuddin, menambahkan bahwa DKI Jakarta memiliki tingkat kerentanan yang tinggi jika pengawasan hanya bertumpu pada internal Bawaslu. Oleh karena itu, di saat tidak ada tahapan pemilu berjalan, Bawaslu gencar melakukan konsolidasi dan memberikan pendidikan politik.  
​"Bawaslu memberikan pendidikan politik agar masyarakat tahu dan secara sukarela berpartisipasi, termasuk berani melaporkan kejadian atau pelanggaran yang terjadi di lingkungannya," kata Burhanuddin.  

​Ketua Bawaslu Provinsi DKI Jakarta, Munandar Nugraha, yang turut hadir memberikan sambutan hangat dan mengucapkan selamat bergabung kepada para peserta sebagai bagian dari keluarga besar Bawaslu yang "melek pemilu". Munandar mengingatkan pentingnya pemahaman regulasi kepemiluan.
​Ia berharap para peserta tidak sekadar mendengarkan, tetapi benar-benar mempelajari seluruh bahan untuk dijadikan bekal pengabdian di kemudian hari.  

​Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi penajaman materi berupa review hasil catatan kritis para peserta yang dipimpin oleh seluruh Anggota Bawaslu Kota Jakarta Barat.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB ini resmi ditutup oleh Ketua Bawaslu Kota Jakarta Barat, Wanda Gunawan. Dalam penutupnya, ia mengapresiasi semangat para peserta dan berpesan agar mereka terus mengasah diri serta konsisten belajar demi mengawal pesta demokrasi yang bermartabat di masa depan.

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle