Sinergi Pers dan Bawaslu DKI Jakarta Didorong untuk Perkuat Transparansi Pemilu
|
Jakarta, Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI), Ismail Lutan, menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi antara insan pers dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DKI Jakarta dalam memastikan pengawasan pemilu yang kredibel dan berintegritas.
Hal tersebut disampaikan dalam agenda silaturahmi bertajuk “Ngopi Sore di Bawaslu” yang berlangsung di kantor Bawaslu DKI Jakarta, Jl MT Haryono 52,Jakarta Selatan, Rabu (06/05/2026). Rombongan PJMI diterima langsung oleh Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu DKI Jakarta, Reki Putera Jaya, bersama jajaran.
Ismail Lutan menilai keterbukaan Bawaslu terhadap insan pers merupakan langkah strategis dalam membangun kepercayaan publik, di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas demokrasi.
“Ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi langkah awal membangun sinergi strategis antara pengawas pemilu dan media dalam mengawal demokrasi,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai bagian dari kontrol sosial yang memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga kualitas pemilu.
“Pemilu yang berkualitas tidak hanya bergantung pada penyelenggara, tetapi juga pada peran aktif pers dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas berjalan dengan baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, PJMI mendorong adanya kolaborasi konkret dalam kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya untuk memperkuat literasi publik terkait pengawasan pemilu.
“Kami siap berkolaborasi dalam publikasi dan edukasi kepada masyarakat, agar setiap tahapan pemilu dapat dipahami dan diawasi secara luas,” tambahnya.
Ismail juga mengingatkan pentingnya konsistensi Bawaslu dalam menjaga integritas dan kredibilitas, terutama dalam mengawasi seluruh peserta pemilu secara adil.
“Masyarakat hari ini menuntut pemilu yang bersih, transparan, dan berkeadilan. Bawaslu harus mampu menjaga kredibilitas tersebut secara konsisten,” katanya.
Menurutnya, kepercayaan publik merupakan faktor kunci yang hanya dapat diraih melalui pengawasan yang profesional, tegas, dan terbuka.
“Jika integritas terjaga, maka harapan masyarakat terhadap lahirnya pemimpin yang berkualitas bukan sekadar wacana, tetapi menjadi kenyataan,” pungkasnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu DKI Jakarta, Reki Putera Jaya, menegaskan bahwa pers merupakan mitra strategis dalam mendukung keberhasilan pengawasan pemilu.
“Pers adalah bagian penting dalam membangun persepsi publik. Sering kali pemilu yang sukses dianggap keberhasilan KPU, namun ketika terjadi masalah, Bawaslu yang disorot. Di sinilah peran media menjadi sangat penting,” ujarnya.
Redaksi : Lilik Ruli Prasetio
Editor : Gilang Fariz