Lompat ke isi utama

Berita

Pimpin Apel Pagi, Reki : Tingkatkan Etos Kerja Kita Dalam Menyongsong Pemilu Serentak Tahun 2024  

Pimpin Apel Pagi, Reki : Tingkatkan Etos Kerja Kita Dalam Menyongsong Pemilu Serentak Tahun 2024   

 

Anggota Bawaslu Provinsi DKI Jakarta, Reki Putera Jaya memimpin apel pagi di lingkungan Bawaslu Provinsi DKI Jakarta, senin (07/11/2022).

Reki dalam amanatnya menyampaikan agar Jajaran Sekretariat terus semangat dalam bekerja karena baru saja melewati tahapan Verfak yang cukup meletihkan, kendati demikian masih banyak lagi pekerjaan di masa tahapan yang akan kita lalui. “kita akan memperingati hari pahlawan tepat pada 10 November 2022, hal demikian dapat dijadikan momentum untuk membesarkan semangat dan meningkatkan etos kerja kita dalam menyongsong Pemilu serentak tahun 2024 mendatang”, Ucapnya.

 

 

Dalam kesempatan apel ini, beliau menceritakan sosok Jendral soedirman. Dimana sosok Jendral soedirman adalah salah satu pahlawan Nasional sekaligus panglima tertinggi, termuda diusia 31 tahun. Ia pahlawan yang dapat dijadikan ispirasi dalam kehidupan sehari-hari dan juga semua civitas kantor dapat mengambil semangat juang-nya, Ada beberapa hal yang dapat kita aplikasikan dari sosok pahlawan jenderal soedirman: Ia adalah sosok yang disegani lawan atau kawan, memiliki keberanian di atas rata-rata kebanyakan orang biasa, memiliki kepribadian yang tenang dalam menghadapi berbagai masalah dan tidak mudah mengeluh, dapat  pemecahkan masalah untuk menemukan solusi, tidak mudah menyerah dengan kegigihan yang tinggi, teguh dalam memegang prinsip, dan oleh sebab itu mengapa ia dikenal sebagai pejuang yang tangguh dan tidak kenal lelah.

dapat saya kemukan hal dapat kita tauladani dari pahlawan Nasional kita jendral Sudirman, sebagai berikut:

  1. Disegani : memaknai disegani adalah dimanapun dalam arti tempat pekerjaan saling hormat-menghormati sebagaimana leluhur kita memberikan petuah yaitu, saling asuh, asah dan asih jika ini dapat sebagai pijakan mental kita dalam bekerja maka akan terjadi keselarasan sehingga tercipta kelembagaan kita yang dinamis.
  2. Keranian : bahwa kita percaya diri dengan kemampuan kita sendiri yang tidak gentar dalam menghadapai tantangan semisal pemilu mendatang, ini juga penting untuk kita semua mengerti menumbuhkan kepercayaan pada diri kita.
  3. Tidak mudah mengeluh : hal yang sangat ditakutkan adalah apabila rasa mengeluh menjangkit pada diri kita karena mengeluh adalah kerja otak yang salah menerjemahkan keadaan yang sebenarnya, lebih baik digunakan fikiran untuk hal yang solutif.
  4. Memberikan solusi : ini adalah lawan kata dari mengeluh, Solusi yaitu mereka yang dapat berfikir untuk memecahkan masalah sehingga menghasilkan jawaban dari masalah yang dihadapi.
  5. Kegigihan yang tinggi : dengan melihat pemilu dan pilkada mendatang kita semua memiliki tujuan yang panjang hal ini diperlukan semangat yang lama dan kuat sehingga dapat bertahan sampai dengan selesai.
  6. Teguh : perlu kiranya kita saling menguatkan melihat tujuan kita nan jauh dan lama harus ada satu ikatan yang rapih sehingga tidak mudah terberai apakah itu semngat dan apakah itu barisan.
  7. Berprinsip : seseorang dapat disebut berprinsip bilamana tidak sekedar yakin atau menyakini suatu hal, akan tetapi juga memiliki dasar yang kuat dari keyakinan tersebut serta sangat mengerti hal itu adalah benar dan jika tidak berpegang dengan itu maka mendatangkan kerugian.

 

“Mari kita bersama-sama untuk meningkatkan seluruh kemampuan kita, saya yakin dan percaya siapapun itu, sekecil apapun itu kontribusimu dalam hajat besar tahun 2024, jika dilakukan semuanya dengan hati akan memiliki dampak yang luas dan besar untuk sekelilingnya, karena hal itu saya yakini dan percayai”, tuturnya sebelum menutup arahan.

 

 

Editor         : Humas Bawaslu DKI Jakarta

Penulis       : Lilik RP

Fotografer  : M Firdaus & Jimmi Mustafa

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle