Lompat ke isi utama

Berita

Fokus Cegah Penyebaran Hoax dan Ujaran Kebencian Pada Pemilu, Munandar : Saring Sebelum Sharing

Fokus Cegah Penyebaran Hoax dan Ujaran Kebencian Pada Pemilu, Munandar : Saring Sebelum Sharing

 

Jakarta, Bawaslu Provinsi  DKI Jakarta – Penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan Serentak yang akan dilaksanakan secara serentak pada Tahun 2024 memberikan tantangan dan pekerjaan rumah tersendiri bagi seluruh penyelenggara pemilu khususnya Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). 

Pemilu harus menjadi ruang bagi partisipasi publik untuk terlibat secara langsung dalam mengawasi penyelenggaraan pemilu. Potensi pelanggaran yang rentan terjadi diruang publik, bisa diatasi bila masyarakat mau ikut berperan aktif memastikan tidak ada dugaan pelanggaran, dan melaporkan kepada masyarakat jika hal itu terjadi.

Pengawasan partisipatif harus terus dibumikan kepada seluruh lapisan masyarakat, kepada seluruh kelas sosial. Masyarakat juga memiliki tanggung jawab moral untuk memciptakan pemilu yang teduh, damai dan demokratis.

Ketua Bawaslu Provinsi DKI Jakarta, Munandar Nugraha meminta agar pengawasan partisipatif terus disebarluaskan baik oleh Bawaslu Kabupateh/Kota maupun oleh Panwaslu Kecamatan yang baru saja dilantik dan sudah bekerja. Tugas pengawas pemilu bukan hanya secara teknis melakukan pengawasan, namun juga punya kewajiban untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat pentingnya pengawasan partisipatif. Hal itu ia sampaikan saat membuka kegiatan Bimtek Pengawasan Pemilu, di Hotel Leisure Inn Arion Hotel, Senin (7/11/2022). 

Nandar sapaan akrabnya juga meminta agar kedepannya, bimtek pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten/Kota kepada Panwaslu Kecamatan bisa disampaikan secara baik dan maksimal agar kerja-kerja pengawasan pemilu bisa terus dikembangkan.

Ia juga berpesan agar politik harus menjadi tempat dimana masyarakat bisa saling menghormati perbedaan pilihan antar sesama. Politik bukan tempat untuk menyebar kebencian dan berita hoax. Seluruh masyarakat harus berkomitmen secara bersama-sama untuk menutup ruang bagi segala hal yang bisa berujung pada perpecahan.

“Demokrasi dan perbedaan pilihan harus disikapi secara dewasa karena hal itu merupakan hal yang biasa” tegas Nandar

Pesan terakhir yang ia sampaikan saat memberikan sambutan adalah agar bisa menyaring seluruh informasi yang didapat sebelum disebarluaskan kepada masyarakat yang lain.

“Saring sebelum Sharing” pesannya.

 

 

Editor              : Humas Bawaslu DKI Jakarta

Penulis            : Bachrur Rosi

Fotografer       : Muthiah Ali

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle