Membumikan Budaya Literasi di Masa Pandemi, Bawaslu DKI Jakarta Buka Sekolah Literasi
|

Pembukaan Sekolah Literasi Bawaslu Provinsi DKI Jakarta secara daring. (4/10/2021)
Jakarta, Bawaslu Provinsi DKI Jakarta – Sebagai bagian dari program upaya peningkatan kompetensi analisis dan sintesis bagi pengawas pemilu dan publik secara umum, Bawaslu Provinsi DKI Jakarta melaksanakan kegiatan Sekolah Literasi. Program ini dimaksudkan untuk terus membumikan dan membudayakan semangat membaca dan menulis bagi masyarakat dan khususnya pengawas pemilu.
Sekolah Literasi merupakan bagian dari Inovasi kinerja yang harus terus dilakukan terutama dimasa pandemi agar peningkatan kapasitas SDM bisa terus dilakukan. Hal ini disampaikan oleh Sitti Rakhma Anggota Bawaslu Provinsi DKI Jakarta saat memberikan sambutan dalam pembukaan kegiatan Sekolah Literasi, Senin (4/10/2021).
“kita harus terus melakukan inovasi kerja sebagai upaya meningkatkan kompetensi sumber daya pengawas pemilu†ungkapnya.
Rakhma yang juga merupakan Koordinator Divisi SDM dan inisiator kegiatan Sekolah Literasi menambahkan bahwa pembudayaan membaca dan menulis akan bermanfaat untuk orang banyak dan kinerja kelembagaan.
“budaya literasi akan bermanfaat bukan hanya untuk di Internal tapi juga untuk Indonesia†tambahnya.
Selaras dengan itu Ketua Bawaslu Provinsi DKI Jakarta Muhammad Jufri saat membuka secara resmi kegiatan Sekolah Literasi menyampaikan jika menyambut baik program yang dilakukan sebagai bagian dari pembiasaan dalam membaca dan menulis untuk mendukung kinerja pengawas pemilu.
“kebiasaan membaca dan menuangkan gagasan harus terus dibudayakan secara terus menerus†tegasnya.
Apresiasi yang sama diutarakan oleh Abhan Ketua Bawaslu RI yang menjadi pembicara kunci pada pembukaan sekolah literasi, Abhan sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi DKI Jakarta untuk membantu kerja-kerja pengawas pemilu seperti menuangkan hasil pengawasan dalam bentuk tulisan serta banyak data-data lain yang bisa diolah menjadi tulisan.
“kemampuan literasi akan membantu pengawas pemilu untuk menuangkan berbagai hasil pengawasan dalam bentuk tulisan. Selain itu Bawaslu sebenarnya memiliki banyak data-data yang bisa diolah dan dituangkan dalam bentuk tulisan†jelasnya.
Ia juga menuturkan bahwa sudah banyak tulisan, buku-buku yang sudah dihasilkan oleh Bawaslu, Bawaslu Provinsi, dan Bawaslu Kabupaten/Kota. Kemampuan literasi yang baik juga bisa menjadi modal dalam menyambut Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024.
“sampai saat ini sudah banyak buku-buku yang ditulis oleh Bawaslu, Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota yang sebenarnya lebih banyak dari hasil kerja-kerja pengawas pemilu†cetusnya.
“kemampuan dan pembudayaan literasi juga bisa menjadi modal yang baik dalam menyambut Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024, yang diharapkan melahirkan pengawas pemilu yang kredibel†pungkasnya.
Anggota Bawaslu Provinsi DKI Jakarta lainnya, Puadi, Mahyudin, Siti Khopipah,dan Burhanuddin serta Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi DKI Jakarta Dini Yamashita juga turut hadir pada pembukaan sekolah literasi dengan ikut memberikan apresiasi yang positif kegiatan sekolah literasi yang disampaikan saat memberikan sambutan.
Kegiatan Pembukaan Sekolah Literasi dilakukan secara virtual yang dihadiri oleh Ketua Bawaslu, Ketua dan Anggota, Kepala Sekretariat, Kepala Bagian, Pejabat Fugsional, dan Staff Bawaslu Provinsi DKI Jakarta, Ketua dan Anggota, Koordinator Sekretariat, dan Staff Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi DKI Jakarta serta peserta sekolah literasi.
Kegiatan sekolah literasi akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari dengan peserta dari berbagai macam latar belakang, mulai dari pengawas pemilu, praktisi hingga mahasiswa. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu Provinsi DKI Jakarta untuk terus membudayakan semangat literasi yang akan berdampak positif bagi kinerja pengawas pemilu dan iklim literasi di Indonesia.
Editor    : Humas Bawaslu DKI Jakarta
Penulis   : Bahrur Rosi
Fotografer: Maulana