Ikhtiar Membudayakan Literasi, Rakhma buat Program Sekolah Literasi.
|
Jakarta, Bawaslu Provinsi DKI Jakarta - Menurut data UNESCO tahun 2016, minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah, hanya 0,0001%. Artinya dari 1000 orang Indonesia hanya 1 orang yang gemar membaca. Minat baca Indonesia ada di peringkat 60 dari 61 negara.Â
Gambaran kondisi itu membuat Sitti Rakhman Anggota Bawaslu Provinsi DKI Jakarta tergerak untuk terus membumikan budaya literasi di lingkungan pengawas pemilu dan masyarakat umum dengan membuat program sekolah literasi.
Menurut Rakhma budaya literasi bisa digunakan untuk terus mengembangkan potensi diri untuk mendukung kinerja pengawasan pemilu yang pada dasarnya harus memiliki bekal membaca dan menulis yang baik.
" Sekolah literasi adalah upaya kita memperkuat kompetensi diri dan membangun tim" ujarnya
Penguatan kelembagaan dan tatakelola organisasi pengawas pemilu juga harus diiringi dengan budaya literasi yang baik dan berkesinambungan sebagai bagian dari upaya memperbaiki kinerja.
" Sekolah literasi juga bermanfaat bagi pengembangan organisasi melalui budaya literasi yang masif" tegas Rakhma.
Literasi adalah keberaksaraan, yaitu kemampuan membaca dan menulis. Budaya literasi dimaksudkan untuk melakukan kebiasaan berpikir yang diikuti proses membaca menulis, yang pada akhirnya apa yang dilakukan dalam proses kegiatan tersebut menciptakan karya. Meskipun hari ini makna literasi mengalami perkembangan dari makna dasarnya.
Kegiatan sekolah literasi akan segera diresmikan dan rencananya akan dilaksanakan secara virtual dengan pertimbangan karena masih dimasa pandemi. Kegiatan akan diawali dengan proses pendaftaran dan seleksi. Seluruh jadwal dan tahapan akan diumumkan secara resmi diseluruh media sosial Bawaslu Provinsi DKI Jakarta.
Ayo bergabung
Salam Literasi...!!!
Editor      : Humas Bawaslu DKI Jakarta
Penulis     : Bahrur Rosi
Fotografer  : Fachri