
Jakarta, “Penanaman pohon manggis yang dimaknai sebagai pohon integritas, punya fondasi yang Tangguh yang merupakan cerminan integritas Bawaslu sebagai Penyelenggara Pemilu”. ujar Ketua Bawaslu Provinsi DKI Jakarta, Munandar dalam Pembukaan Kegiatan Fasilitasi Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan (Optimalisasi Peran Bawaslu Menuju Pemilu Tahun 2029) di Kepulauan Seribu tanggal18-19 September 2025
Munandar kemudian menegaskan lebih lanjut, bahwa Jajaran Bawaslu Provinsi DKI Jakarta harus terus meningkatkan sinergi dengan stakeholder, baik itu dalam bentuk penguatan partisipatif, penguatan kelembagaan dan penyerapan aspirasi publik.
Adapun narasumber dalam kegiatan ini, Dr. Didik Suhariyanto, SH., MH (Dosen Universitas Bung Karno), Samuel Shamy Seta Gautama, S.H (Kasubbid Fasilitasi Kelembagaan Politik Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Provinsi DKI Jakarta) dan Dr. Ahsanul Minan (Dosen Universitas Nadhatul Ulama Indonesia).
Dr. Didik Suhariyanto mengemukakan bahwa permasalahan yang saat ini terjadi pada Proses pemilihan umum sering kali kompleks dan penuh dengan tantangan, seperti potensi pelanggaran, manipulasi, dan sengketa. Hal ini perlu dimaknai sebagai Tantangan sehingga pentingnya soliditas dan integritas terhadap tanggung jawab kepada lembaga menjadi komponen wajib dalam berjalannya roda organisasi pengawas pemilu yang berintegritas sesuai dengan apa yang telah diamanatkan oleh Undang – Undang.
Dalam menghadapi revisi Undang-Undang Pemilu, terutama gagasan metode pemilu proposional atau metode campuran (mix metodh), Bawaslu harus proaktif dalam membuat skenario planing, rencana antisipasi jika satu sistem tertentu ditetapkan, potensi dan implikasinya seperti apa dan cara mengawasinya seperti apa. Sehingga jika ada rncana antisipasi, maka kapasitas pengawas akan terlihat, sambung Dr. Ahsanul Minan.
Sebagai Mintra Kerja Bawaslu,Kesbangpol menyatakan siap untuk memberikan Dukungan terhadap penyelenggaraan pemilu bersifat konkret. Samuel Sammny menegaskan bahwa Bawaslu dituntut tidak hanya mengawasi jalannya pemilu, tetapi juga memperkuat kelembagaan agar mampu menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya, perkembangan teknologi digital, dan dinamika politik yang cepat. Untuk itu, strategi optimalisasi peran Bawaslu perlu didukung oleh Pemerintah Daerah Jakarta melalui fasilitasi sarana prasarana, alokasi anggaran yang efektif, serta sinergi program bersama. Dengan kolaborasi tersebut, kita dapat membangun demokrasi Jakarta yang inklusif, berintegritas, dan menjadi fondasi kokoh bagi terwujudnya Jakarta sebagai kota global yang modern dan berdaya saing.
Kegiatan ini juga diiringi dengan kickoff dari Program Jum’at Sehati (Jum’at Menjaga Tubuh, Sehat Hati Kuat Iman) melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dan Program Jumpa Berlian (JU- Jujur dalam pengawasan, MPA- Menanam, Pelihara, Amankan nilai demokrasi dan lingkungan, BER- Bersih dari pelanggaran, kecurangan dan korupsi, LIAN- Lingkungan dan Alam Nyata yang dijaga bersama).
Disamping menegaskan integritas Pengawas Pemilu melalui penanaman pohon manggis, Bawaslu Provinsi DKI Jakarta juga berpartisipasi untuk peduli lingkungan dengan melakukan giat penanaman maggrove sebagai wujud sinergi dengan Masyarakat dalam melestarikan lingkungan khususnya di daerah pesisir.
Hadir dalam kegiatan, Ketua beserta Anggota Bawaslu Provinsi DKI Jakarta, Jajaran Sekretariat Bawaslu Provinsi DKI Jakarta, Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi DKI Jakarta, Jajaran Sekretariat Bawaslu Kabupaten/Kota Se-DKI Jakarta serta Tokoh Masyarakat.
Editor : Humas Bawaslu DKI Jakarta
Penulis : Danny
Fotografer : Gede/Hilman







