• banner
BERSAMA RAKYAT AWASI PEMILU, BERSAMA BAWASLU TEGAKKAN KEADILAN PEMILU

"Rakhma (depan berkerudung putih) saat mengikuti rapat bersama Bawaslu di Kabupaten Bandung Barat, (4/11/2020)"

Jakarta, Bawaslu Provinsi DKI Jakarta – Pagelaran pemilihan kepala daerah pada 9 Desember 2020 di 270 daerah akan memunculkan suatu yang beda dan baru yakni proses rekapitulasi penghitungan suara ditingkat tempat pemungutan suara (TPS), yang sebelumnya dilakukan secara manual menggunakan kertas plano kini Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana akan melakukan proses rekapitulasi hasil penghitungan suara menggunakan basis elektronik yang disebut dengan E-Rekapitulasi.

Rencananya jika PKPU pungut hitung telah disahkan, KPPS tidak lagi membuat salinan C1 dan dibagikan ke saksi maupun Pengawas TPS dalam bentuk hardcopy. Bukti otentik yaitu hanya lembar C hasil (yang dalam bentuk plano) hasil inilah yang difoto dan dikirm ke aplikasi Sirekap.
Oleh petugas, formulir tersebut kemudian difoto melalui fitur foto yang tersedia di aplikasi Sirekap. Bagian C-KWK yang difoto harus meliputi data perolehan suara pasangan calon yakni jumlah suara sah, jumlah suara tidak sah, jumlah suara sah dan tidak sah, jumlah pengguna hak pilih, dan jumlah surat suara yang digunakan.
Selain itu, petugas juga harus memfoto data administrasi pemilihan dalam formulir C-KWK yang terdiri dari data pemilih, data pengguna hak pilih, data pemilih disabilitas, serta data penggunaan surat suara. Petugas TPS wajib untuk memastikan foto terlihat dan terbaca dengan jelas. Hasil foto itu kemudian akan dikonversi menjadi data digital.
Sitti Rakhman Anggota Bawaslu Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa Bawaslu memiliki tantangan tersendiri agar dapat memastikan pengawas TPS dapat bekerja secara baik saat proses pemungutan terutama saat penghitungan dan rekapitulasi surat suara dengan bisa menyusuaikan dengan penggunaan teknologi oleh KPU melakui aplikasi Sirekap dalam E-Rekapitulasi. Hal itu ia utarakan saat mengikuti kegiatan Rapat Penyusunan Materi Pembuatan Video Tutorial Pengawasan pada Tahapan Pemungutan dan Penghitungan Suara serta Finalisasi Penyusunan Buku Saku bagi Pengawas TPS dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020, di Kabupaten Bandung Barat (4/11/2020).
“Bawaslu harus memastikan bahwa kemampuan pengawas TPS saat pemungutan, penghitungan dan rekapitulasi suara ditingkat TPS dapat bekerja scara baik dan maksimal serta dapat menyesuaikan kinerja pengawasan dalam penggunaan aplikasi sirekap e-rekapitulasi” tegas Rakhma.
Rakhma yang juga merupakan Koordinator Divisi SDM menambahkan bahwa untuk membantu pelaksanaan pengawasan ditingkat TPS terutama saat penghitungan suara, Pengawas TPS harus didukung dengan perangkat yang memadai kompatibel.
“untuk memiliki kompetensi yang baik, Pengawas TPS harus didukung dengan perangkat yang memadai baik HP android dan kapasitas HP yang memiliki memori kosong minimal 1 GB yang akan menjadi penentu kesuksesan sirekap ini” tambahnya.
“semoga dilapangan dapat dilaksanakan secara mulus tanpa hambatan” tutup Rakhma

Penulis: Bahrur Rosi

Survey Layanan Publik

Pengumuman