• banner
BERSAMA RAKYAT AWASI PEMILU, BERSAMA BAWASLU TEGAKKAN KEADILAN PEMILU

BUKU DIGITAL

Anggota Bawaslu Provinsi DKI Jakarta Koordinator Divisi Humas & Hubal Siti Khofifah

Jakarta, Bawaslu Provinsi DKI Jakarta - Bawaslu Provinsi DKI Jakarta mulai melakukan seleksi administrasi terhadap seluruh peserta yang mendaftar untuk mengikuti Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Daring Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tahun 2020.

Seperti diketahui bahwa Bawaslu telah resmi menutup pendaftaran Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) secara daring. Untuk wilayah se-DKI Jakarta, pendaftar mencapai 1.135 orang yang terdiri dari 694 pendaftar laki-laki dan 441 pendaftar perempuan.

Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Ketua Bawaslu Nomor 261/K. Bawaslu/PM.01.00/IV/2020 Perihal Pelaksanaan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif 2020 dengan metode daring/online, Bawaslu Provinsi dibantu oleh Bawaslu Kab/Kota diminta untuk melakukan seleksi terhadap seluruh peserta yang sudah resmi mendaftar, syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh peserta adalah sebagai berikut:
1. Usia minimal 17 tahun dan maksimal 30 tahun;
2. Bersedia untuk mengikuti pendidikan daring sampai selesai termasuk penyediaan kebutuhan data internet;
3. Diutamakan sedang menjadi pengurus atau anggota dari organisasi atau komunitas;
4. Tidak sedang menjadi pengurus partai politik/tim kampanye/tim sukses dalam 3 tahun terakhir ; dan
5. Tidak sedang menjadi penyelenggara pemilu.

Seluruh peserta harus memenuhi persyaratan agar dapat mengikuti SKPP Daring Bawaslu Tahun 2020. Peserta yang mendaftar namun tidak memenuhi persyaratan sebagaimana angka 1 sampai dengan angka 5 maka akan dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

Hingga saat ini dalam proses seleksi administrasi, menurut Anggota Bawaslu Provinsi DKI Jakarta Koordinator Divisi Humas & Hubal Siti Khofifah, ditemukan beberapa peserta yang usianya melebihi syarat maksimal umur serta terdapat beberapa ketidaksesuaian usia peserta antara yang diinput dikolom pendaftaran dengan berkas KTP yang dilampirkan.

"Dari hasil pencermatan sementara, terdapat beberapa peserta yang berusia diatas 30 tahun, mendaftar dua kali dengan 2 email yang berbeda dan ada ketidaksesuaian usia antara yang diinput dengan KTP yang dilampirkan" ujar Khofifah.

Tahun ini SKPP memang akan dilakukan secara daring mengingat sedang merebaknya pandemi Covid-19 yang tidak memungkinkan Bawaslu untuk mengumpulkan peserta dengan jumlah banyak dalam satu tempat sesuai anjuran pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Ditambah dengan mulai diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Dalam berbagi pengetahuan, Bawaslu melibatkan anggota Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota sebagai tenaga pengajar dan fasilitator. Sedikitnya ada 11 topik besar yang akan disampaikan.

Penulis: Bahrur Rosi/Humas Bawaslu Provinsi DKI Jakarta

JDIH